Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kini telah hadir vaksin DBD yang menawarkan harapan baru dalam upaya pencegahan.
Apa itu Vaksin DBD?
Vaksin DBD adalah vaksin yang dirancang untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap virus dengue. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan virus dengue. Dengan adanya antibodi ini, tubuh akan lebih siap menghadapi serangan virus dengue di kemudian hari.
Jenis-jenis Vaksin DBD
Saat ini, terdapat beberapa jenis vaksin DBD yang telah dikembangkan, antara lain:
- Dengvaxia: Vaksin ini merupakan vaksin dengue tetravalen rekombinan hidup yang pertama kali mendapatkan lisensi. Dengvaxia diberikan dalam tiga dosis dengan interval tertentu.
- Qdenga: Vaksin ini juga merupakan vaksin dengue tetravalen. Namun, Qdenga diberikan dalam dua dosis dengan interval yang lebih singkat dibandingkan Dengvaxia.
Manfaat Vaksin DBD
Vaksin DBD memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
- Mencegah DBD: Vaksin DBD dapat mengurangi risiko terkena DBD dan mengurangi keparahan gejala jika terinfeksi.
- Mencegah komplikasi: Vaksin DBD dapat membantu mencegah komplikasi serius yang dapat timbul akibat DBD, seperti demam berdarah dengue perdarahan (DBD-D) dan syok dengue.
- Memutus rantai penularan: Dengan semakin banyak orang yang divaksin, maka akan semakin sedikit orang yang dapat terinfeksi virus dengue, sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit.
Siapa yang Boleh Menerima Vaksin DBD?
Tidak semua orang dapat menerima vaksin DBD. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti:
- Usia: Usia yang diperbolehkan untuk menerima vaksin DBD bervariasi tergantung jenis vaksin dan kebijakan masing-masing negara.
- Riwayat kesehatan: Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi terhadap komponen vaksin atau sedang mengalami penyakit akut, mungkin tidak boleh menerima vaksin DBD.
Keterbatasan Vaksin DBD
Meskipun vaksin DBD menawarkan harapan baru, namun vaksin ini juga memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya:
- Efektivitas: Efektivitas vaksin DBD tidak 100%. Artinya, meskipun sudah divaksin, seseorang masih tetap mungkin terinfeksi virus dengue.
- Tidak untuk semua orang: Vaksin DBD tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin atau sedang mengalami penyakit akut.
Kesimpulan
Vaksin DBD merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit dengue. Namun, vaksin bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah DBD. Upaya pencegahan lainnya yang tetap harus dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, dan menggunakan obat nyamuk.