Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Tata Cara Membersihkan Telinga yang Tepat: Hindari Risiko dengan Langkah Aman - UPT PUSKESMAS SIBULUE
  • Cluster II
  • Tata Cara Membersihkan Telinga yang Tepat: Hindari Risiko dengan Langkah Aman

Tata Cara Membersihkan Telinga yang Tepat: Hindari Risiko dengan Langkah Aman

Telinga adalah salah satu organ vital yang sering diabaikan perawatannya. Banyak orang menganggap membersihkan telinga cukup dengan mengoreknya menggunakan cotton bud atau benda tajam. Padahal, kebiasaan ini justru berisiko merusak gendang telinga atau mendorong kotoran semakin ke dalam. Artikel ini akan membahas cara membersihkan telinga dengan aman, serta tips mencegah masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Mengapa Membersihkan Telinga Perlu Teknik Khusus?

Telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan diri. Kotoran telinga (serumen) diproduksi oleh kelenjar minyak dan sel kulit mati di saluran telinga. Fungsinya adalah melindungi telinga dari debu, bakteri, dan benda asing. Namun, terkadang produksi serumen berlebihan atau penumpukan bisa terjadi, terutama jika seseorang sering terpapar debu, menggunakan alat bantu dengar, atau memiliki riwayat infeksi.

Masalah muncul ketika upaya pembersihan dilakukan sembarangan. Mengorek telinga dengan benda tajam, seperti peniti atau cotton bud, dapat melukai saluran telinga, menyebabkan iritasi, atau bahkan perforasi gendang telinga. Oleh karena itu, mengetahui cara yang tepat sangat penting.


Langkah-Langkah Membersihkan Telinga dengan Aman

  1. Gunakan Cairan Pembersih Alami
    Cara termudah dan teraman adalah memanfaatkan cairan yang melunakkan serumen, seperti air hangat, minyak zaitun, atau larutan saline. Teteskan 2-3 tetes ke dalam telinga, diamkan selama 5-10 menit, lalu miringkan kepala untuk mengeluarkan cairan dan kotoran. Hindari menggunakan benda keras setelahnya.
  2. Buli-Buli atau Alat Irigasi Telinga
    Alat irigasi khusus (ear syringe) bisa digunakan untuk membilas saluran telinga dengan lembut. Pastikan air bersuhu hangat (sekitar 37°C) agar tidak menyebabkan pusing. Jangan lakukan metode ini jika telinga sedang infeksi atau bengkak.
  3. Hindari Benda Keras dan Tidak Steril
    Cotton bud, peniti, atau jepit rambut adalah pilihan berbahaya. Benda-benda ini bisa mendorong kotoran ke dalam, melukai kulit sensitif, atau memicu infeksi. Jika kotoran terlalu keras, kunjungi dokter untuk dibersihkan secara profesional.
  4. Jangan Gunakan Ear Candling
    Metode “lilin telinga” yang dipasarkan sebagai cara alami membersihkan telinga tidak terbukti efektif. Malah, lilin bisa meleleh dan masuk ke saluran telinga, menyebabkan luka bakar atau sumbatan.
  5. Perhatikan Kebersihan Luar Telinga
    Bersihkan bagian luar telinga (daun telinga dan belakangnya) dengan kain lembut atau tisu. Hindari memasukkan apa pun ke dalam liang telinga.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kotoran telinga menyebabkan gejala seperti:

  • Penurunan pendengaran mendadak
  • Rasa sakit, bengkak, atau keluar cairan dari telinga
  • Tinnitus (dengung) atau pusing
  • Kotoran yang sangat keras dan sulit dikeluarkan

Segera konsultasikan ke dokter THT. Mereka akan menggunakan alat khusus seperti forceps atau mikroskop untuk membersihkan telinga dengan aman.


Tips Tambahan untuk Perawatan Telinga

  • Jaga kelembapan telinga. Keringkan telinga setelah mandi atau berenang dengan handuk bersih.
  • Hindari paparan suara bising terus-menerus untuk mencegah kerusakan pendengaran.
  • Jangan membersihkan telinga lebih dari 1-2 kali seminggu. Terlalu sering justru mengganggu keseimbangan kelembapan alami.
  • Untuk anak-anak, pastikan pembersihan dilakukan hati-hati. Gunakan hanya kain lembut dan hindari memasukkan cairan kecuali atas saran dokter.

Kesimpulan

Membersihkan telinga tidak perlu rumit, tetapi harus dilakukan dengan kesadaran akan risikonya. Prioritaskan metode lembut dan alami, serta hindari kebiasaan berbahaya seperti mengorek telinga. Jika ragu atau mengalami gejala tidak biasa, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke profesional. Dengan perawatan yang tepat, telinga bisa tetap sehat dan berfungsi optimal sepanjang hidup.

Share the Post:

Related Posts