Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Tahapan Perkembangan Motorik Anak dari Bayi hingga Usia Dini - UPT PUSKESMAS SIBULUE
  • Cluster II
  • Tahapan Perkembangan Motorik Anak dari Bayi hingga Usia Dini

Tahapan Perkembangan Motorik Anak dari Bayi hingga Usia Dini

Perkembangan motorik anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembangnya, mencakup kemampuan menggerakkan tubuh (motorik kasar) dan koordinasi tangan-mata (motorik halus). Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, namun memahami tahapan umumnya membantu orang tua dalam memantau dan mendukung si kecil. Berikut penjelasan tahapannya:


0–3 Bulan: Masa Awal Refleks

  • Motorik Kasar:
  • Menggerakkan tangan dan kaki secara refleks.
  • Mulai mengangkat kepala sebentar saat tengkurap (tummy time).
  • Motorik Halus:
  • Mengepalkan tangan (refleks menggenggam).
  • Melihat dan mencoba mengikuti objek dengan mata.

Aktivitas Pendukung: Lakukan tummy time 1–2 kali sehari, berikan mainan berwarna kontras untuk stimulasi visual.


3–6 Bulan: Kontrol Tubuh yang Lebih Baik

  • Motorik Kasar:
  • Berguling dari posisi telentang ke tengkurap.
  • Duduk dengan bantuan tangan atau bantal.
  • Motorik Halus:
  • Meraih dan menggenggam mainan.
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.

Aktivitas Pendukung: Letakkan mainan di sekitar bayi untuk merangsang gerakan meraih.


6–12 Bulan: Persiapan untuk Bergerak Mandiri

  • Motorik Kasar:
  • Merangkak atau menggeser pantat (bottom shuffling).
  • Berdiri sambil berpegangan.
  • Motorik Halus:
  • Menggunakan jari telunjuk dan ibu jari (pincer grasp) untuk mengambil benda kecil.
  • Menjatuhkan mainan ke dalam wadah.

Aktivitas Pendukung: Ajak bermain memasukkan bola ke keranjang atau menyusun gelang berwarna.


1–2 Tahun: Eksplorasi Aktif

  • Motorik Kasar:
  • Berjalan tanpa bantuan, mulai berlari.
  • Menendang bola atau memanjat tangga.
  • Motorik Halus:
  • Menumpuk 2–3 balok.
  • Corat-coret dengan krayon.

Aktivitas Pendukung: Berikan mainan dorong atau aktivitas menggambar dengan kertas besar.


2–3 Tahun: Peningkatan Keseimbangan

  • Motorik Kasar:
  • Melompat dengan dua kaki.
  • Naik-turun tangga dengan satu kaki per langkah.
  • Motorik Halus:
  • Memutar gagang pintu.
  • Menggunakan sendok dan garpu dengan lebih baik.

Aktivitas Pendukung: Ajak bermain lompat di trampolin mini atau menyusun puzzle sederhana.


3–5 Tahun: Koordinasi yang Kompleks

  • Motorik Kasar:
  • Bersepeda roda tiga atau sepeda dengan roda pelatih.
  • Berdiri satu kaki selama beberapa detik.
  • Motorik Halus:
  • Menggunting kertas mengikuti garis.
  • Menulis huruf atau angka sederhana.

Aktivitas Pendukung: Latih keterampilan menulis dengan buku bergaris atau bermain lempar tangkap bola.


Kapan Harus Waspada?

Jika anak menunjukkan tanda keterlambatan seperti tidak bisa duduk di usia 9 bulan, tidak berjalan di usia 18 bulan, atau kesulitan memegang benda kecil di usia 2 tahun, segera konsultasi dengan dokter atau terapis tumbuh kembang.


Dukungan Orang Tua:

  • Berikan nutrisi seimbang dan waktu tidur cukup.
  • Ciptakan lingkungan aman untuk bereksplorasi.
  • Hindari membandingkan dengan anak lain.

Dengan stimulasi tepat, anak akan mencapai milestone motorik sesuai usianya. Pantau perkembangannya, tetapi tetap beri ruang untuk belajar sambil bermain!

Share the Post:

Related Posts