Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Solusi Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan - UPT PUSKESMAS SIBULUE
  • Cluster IV
  • Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Solusi Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Solusi Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah program inovatif yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan melalui pendekatan partisipatif. Program ini mengajak masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan perilaku higienis, terutama di daerah dengan akses sanitasi terbatas. Di Indonesia, STBM menjadi salah satu strategi prioritas pemerintah untuk mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, stunting, dan infeksi kulit, yang masih menjadi masalah kesehatan serius.

Lima Pilar STBM sebagai Fondasi Perubahan

STBM bertumpu pada lima pilar utama yang saling terkait:

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS): Masyarakat didorong menggunakan jamban sehat untuk mencegah kontaminasi tanah dan air oleh kotoran manusia, yang menjadi sumber bakteri patogen.
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun pada lima waktu kritis (sebelum makan, setelah BAB, setelah membersihkan bayi, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah kontak dengan hewan) diajarkan untuk memutus rantai penularan penyakit.
  3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan yang Aman: Rumah tangga dilatih menyimpan dan mengolah air minum serta makanan secara higienis untuk menghindari kontaminasi.
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga: Masyarakat diajak memilah sampah organik dan anorganik, mengubah sampah organik menjadi kompos, serta mengurangi pembuangan sampah sembarangan.
  5. Pengelolaan Limbah Cair Domestik: Limbah cair dari aktivitas rumah tangga, seperti mandi dan mencuci, harus diolah melalui saluran yang aman agar tidak mencemari lingkungan.

Implementasi STBM: Kolaborasi dan Pemberdayaan

Kunci keberhasilan STBM terletak pada partisipasi aktif masyarakat. Prosesnya dimulai dengan pemicuan kesadaran melalui pendekatan partisipatif, seperti diskusi kelompok atau simulasi dampak sanitasi buruk. Tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan pemerintah desa berperan sebagai fasilitator untuk mendorong perubahan perilaku. Selain itu, dukungan infrastruktur seperti pembangunan jamban komunal, sarana CTPS, dan sistem pengolahan sampah juga diperlukan.

Manfaat STBM bagi Masyarakat

  • Kesehatan Meningkat: Penurunan kasus diare, infeksi cacing, dan penyakit kulit.
  • Lingkungan Bersih: Pengurangan polusi tanah dan air, serta peningkatan kualitas ekosistem.
  • Ekonomi Tumbuh: Biaya pengobatan akibat penyakit sanitasi berkurang, dan sampah bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan (misalnya kompos atau kerajinan).
  • Kesetaraan Sosial: Akses sanitasi yang layak memastikan semua kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak, hidup lebih bermartabat.

Tantangan dalam Pelaksanaan STBM

Meski manfaatnya besar, pelaksanaan STBM sering terkendala oleh:

  1. Perilaku Tradisional: Kebiasaan lama seperti BAB di sungai atau kebun masih sulit diubah.
  2. Keterbatasan Dana: Pembangunan infrastruktur sanitasi membutuhkan biaya yang tidak semua desa mampu penuhi.
  3. Kurangnya Edukasi: Pemahaman masyarakat tentang hubungan sanitasi dan kesehatan masih rendah di beberapa daerah.

Peran Pemerintah dan Masyarakat Sipil

Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat regulasi, alokasi anggaran, serta monitoring program. Sementara itu, LSM, akademisi, dan sektor swasta dapat mendukung melalui edukasi, pendampingan teknis, atau inovasi teknologi sanitasi terjangkau.

Kesimpulan

STBM bukan hanya program fisik pembangunan sanitasi, tetapi gerakan budaya untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, STBM dapat menjadi pondasi menuju Indonesia yang lebih bersih dan bebas dari krisis sanitasi.

Share the Post:

Related Posts