Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Penyakit Penyebab Gagal Napas: Penyebab, Gejala, dan Penanganan - UPT PUSKESMAS SIBULUE
  • Cluster II
  • Penyakit Penyebab Gagal Napas: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Penyakit Penyebab Gagal Napas: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Gagal napas adalah kondisi serius ketika sistem pernapasan tidak mampu mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara optimal. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis, dan sering kali disebabkan oleh penyakit tertentu. Berikut adalah penyakit-penyakit utama yang menjadi penyebab gagal napas:

1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfisema, merusak saluran napas dan alveoli, menghambat aliran udara dan pertukaran gas.

2. Pneumonia

Infeksi paru ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di alveoli, mengurangi kemampuan paru menyerap oksigen.

3. Asma Berat

Serangan asma parah memicu penyempitan saluran napas ekstrem, menghambat aliran udara dan memicu hipoksia.

4. Emboli Paru

Sumbatan arteri paru oleh gumpalan darah mengurangi aliran darah ke jaringan paru, mengganggu oksigenasi.

5. Sindrom Gagal Napas Akut (ARDS)

Cedera atau infeksi paru berat menyebabkan kebocoran cairan ke alveoli, memicu inflamasi dan kegagalan pertukaran gas.

6. Fibrosis Kistik

Penyakit genetik ini menghasilkan lendir kental yang menyumbat saluran napas, meningkatkan risiko infeksi dan kerusakan paru.

7. Penyakit Paru Interstisial

Jaringan paru yang kaku akibat fibrosis mengurangi elastisitas paru, menghambat ekspansi napas.

8. Gangguan Neuromuskuler

Penyakit seperti ALS atau distrofi otot melemahkan otot pernapasan, mengurangi kemampuan bernapas.

9. COVID-19 Parah

Infeksi virus corona berat dapat memicu pneumonia bilateral dan ARDS, mengakibatkan gagal napas kritis.

10. Sepsis

Respons sistemik terhadap infeksi ini merusak jaringan paru dan organ lain, memperburuk fungsi pernapasan.


Gejala Gagal Napas

  • Sesak napas ekstrem
  • Kulit atau bibir kebiruan (sianosis)
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Detak jantung cepat
  • Kelelahan otot pernapasan

Diagnosis dan Pengobatan

  • Diagnosis: Analisis gas darah, rontgen/X-ray thorax, CT scan, tes fungsi paru.
  • Penanganan: Terapi oksigen, ventilasi mekanik, obat bronkodilator/antibiotik, rehabilitasi paru.

Pencegahan Gagal Napas

  • Hindari rokok dan polusi udara.
  • Lakukan vaksinasi (influenza, pneumokokus).
  • Kelola penyakit kronis (seperti asma atau PPOK).
  • Segera tangani infeksi saluran napas.

Share the Post:

Related Posts