Bekerja seharian di depan komputer atau melakukan aktivitas fisik berulang tanpa memperhatikan posisi tubuh bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Banyak orang mengabaikan pentingnya ergonomi—ilmu yang mempelajari cara menyesuaikan lingkungan kerja dengan kebutuhan tubuh manusia. Padahal, penerapan ergonomi yang tepat tidak hanya mencegah cedera, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi saat bekerja.
Mengapa Ergonomi Penting?
Ergonomi bertujuan menciptakan harmoni antara pekerja, alat kerja, dan lingkungan. Ketika ergonomi diabaikan, tubuh dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang tidak alami. Misalnya, duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk, memegang mouse terlalu erat, atau menatap layar terlalu rendah. Kebiasaan ini dapat memicu gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung, leher kaku, atau sindrom carpal tunnel. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, gangguan akibat posisi kerja salah termasuk penyebab utama absensi karyawan.
Dampak Positif Ergonomi bagi Kesehatan
- Mencegah Cedera Repetitif
Gerakan berulang seperti mengetik, mengangkat barang, atau duduk dalam posisi sama selama berjam-jam dapat merusak jaringan otot dan saraf. Dengan mengatur tata letak meja, kursi, dan peralatan sesuai prinsip ergonomi, risiko cedera bisa diminimalisir. - Mengurangi Kelelahan
Posisi kerja yang tidak nyaman membuat tubuh bekerja ekstra untuk mempertahankan keseimbangan. Misalnya, kursi yang terlalu tinggi menyebabkan kaki tidak menapak sempurna, sehingga otot paha dan betis cepat lelah. Ergonomi membantu mendistribusi beban tubuh secara merata. - Meningkatkan Produktivitas
Ketika tubuh nyaman, fokus dan konsentrasi meningkat. Sebuah studi dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di lingkungan ergonomis mengalami peningkatan produktivitas hingga 25%.
Tips Menerapkan Ergonomi di Tempat Kerja
- Sesuaikan Ketinggian Kursi dan Meja
Pastikan kaki menapak lantai, lutut membentuk sudut 90 derajat, dan layar monitor sejajar dengan mata. Gunakan footrest jika diperlukan. - Gunakan Alat Ergonomis
Pilih kursi dengan sandaran lumbar, keyboard ergonomis yang mengurangi tekanan pada pergelangan tangan, atau mouse vertikal untuk menghindari ketegangan. - Istirahat Sejenak dan Lakukan Peregangan
Setiap 30-60 menit, luangkan waktu 5 menit untuk berdiri, meregangkan otot, atau berjalan singkat. Ini membantu melancarkan sirkulasi darah. - Hindari Posisi Statis
Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, pertimbangkan meja kerja adjustable yang bisa diatur untuk berdiri (standing desk).
Investasi Jangka Panjang
Memperhatikan ergonomi bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental. Lingkungan kerja yang nyaman mengurangi stres dan meningkatkan kepuasan kerja. Bagi perusahaan, hal ini bisa menekan biaya pengobatan akibat cedera kerja dan menurunkan turnover karyawan.
Mulailah dengan perubahan kecil: sesuaikan posisi monitor, ganti kursi yang sudah usang, atau lakukan olahraga ringan sebelum bekerja. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk beraktivitas maksimal.