Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Kenali Lebih Dalam Penyakit Hipotensi - UPT PUSKESMAS SIBULUE

Kenali Lebih Dalam Penyakit Hipotensi

Hipotensi, atau tekanan darah rendah, adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Meskipun hipotensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang serius, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang penyakit hipotensi, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.


Apa Itu Hipotensi?

Hipotensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah seseorang lebih rendah dari nilai normal. Tekanan darah yang rendah dapat menyebabkan aliran darah ke organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal menjadi kurang optimal. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung pada penyebabnya.

Tekanan darah normal umumnya berkisar antara 120/80 mmHg. Jika tekanan sistolik (angka atas) di bawah 90 mmHg atau tekanan diastolik (angka bawah) di bawah 60 mmHg, maka seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah rendah.


Penyebab Hipotensi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hipotensi, baik yang bersifat sementara maupun kronis. Berikut adalah beberapa penyebab umum hipotensi:

  1. Dehidrasi
    Kurangnya cairan tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah, sehingga tekanan darah pun menurun. Dehidrasi sering kali terjadi akibat kurang minum air, diare, atau muntah-muntah.
  2. Kehilangan Darah
    Pendarahan akibat cedera atau operasi dapat menyebabkan penurunan volume darah secara drastis, sehingga tekanan darah turun.
  3. Masalah Jantung
    Gangguan jantung seperti gagal jantung, bradikardia (detak jantung lambat), atau masalah katup jantung dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efektif.
  4. Gangguan Endokrin
    Penyakit seperti diabetes, hipotiroidisme, atau gangguan adrenal dapat memengaruhi regulasi tekanan darah.
  5. Efek Samping Obat
    Beberapa obat, seperti obat antihipertensi, diuretik, atau obat depresi, dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sebagai efek samping.
  6. Kehamilan
    Selama kehamilan, volume darah meningkat, tetapi pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah cenderung menurun. Ini biasanya bersifat sementara.
  7. Infeksi Berat (Sepsis)
    Infeksi yang parah dapat menyebabkan syok septik, di mana tekanan darah turun drastis karena respons sistem imun yang berlebihan.

Gejala Hipotensi

Tidak semua orang dengan tekanan darah rendah mengalami gejala. Namun, jika gejala muncul, berikut adalah tanda-tanda umum hipotensi:

  • Pusing atau kepala terasa ringan, terutama saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
  • Kelelahan yang berkepanjangan.
  • Penglihatan kabur atau buram.
  • Mual atau muntah.
  • Detak jantung cepat (takikardia).
  • Kesulitan berkonsentrasi atau merasa bingung.
  • Pingsan (sinkop) dalam kasus yang lebih parah.

Jenis-Jenis Hipotensi

Hipotensi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan pola gejalanya:

  1. Hipotensi Ortostatik
    Terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba saat seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Ini sering dialami oleh lansia atau penderita diabetes.
  2. Hipotensi Postprandial
    Terjadi setelah makan, terutama pada lansia. Aliran darah terfokus ke saluran pencernaan, sehingga tekanan darah menurun.
  3. Hipotensi Neurally Mediated
    Terjadi akibat gangguan komunikasi antara otak dan jantung, sering kali setelah berdiri lama atau stres emosional.
  4. Hipotensi Akut (Syok)
    Merupakan kondisi darurat medis yang ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis akibat infeksi berat, pendarahan, atau reaksi alergi (anafilaksis).

Cara Mengatasi Hipotensi

Pengobatan hipotensi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipotensi:

  1. Menambah Asupan Garam
    Konsumsi makanan tinggi garam dapat membantu menaikkan tekanan darah. Namun, pastikan untuk tidak berlebihan agar tidak memicu hipertensi.
  2. Minum Air yang Cukup
    Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah langkah penting untuk mencegah dehidrasi, yang dapat memperburuk hipotensi.
  3. Mengonsumsi Makanan Bergizi
    Makanan kaya vitamin B12, zat besi, dan folat dapat membantu mencegah anemia, yang sering kali menjadi penyebab hipotensi.
  4. Menghindari Perubahan Posisi Secara Tiba-Tiba
    Saat bangun dari posisi duduk atau berbaring, lakukan secara perlahan untuk menghindari pusing atau pingsan.
  5. Mengenakan Stoking Kompreksi
    Stoking kompresi dapat membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dengan mencegah darah terkumpul di kaki.
  6. Berolahraga Secara Rutin
    Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau berenang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
  7. Konsultasi dengan Dokter
    Jika hipotensi disebabkan oleh obat-obatan atau kondisi medis tertentu, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis obat atau memberikan pengobatan tambahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala hipotensi yang sering atau parah, seperti pusing berkepanjangan, pingsan, atau detak jantung tidak teratur, segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi ini mungkin menandakan masalah kesehatan yang lebih serius.


Dengan memahami lebih dalam tentang hipotensi, Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Share the Post:

Related Posts