Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Kenali Ciri-ciri Penyakit ADHD - Anak Sulit untuk Fokus - UPT PUSKESMAS SIBULUE
  • Cluster II
  • Kenali Ciri-ciri Penyakit ADHD – Anak Sulit untuk Fokus

Kenali Ciri-ciri Penyakit ADHD – Anak Sulit untuk Fokus

Penyakit ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan neurologis yang umumnya terjadi pada anak-anak, namun juga dapat berlanjut hingga dewasa. ADHD memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengontrol impuls, dan mengatur perilaku. Untuk membantu orang tua, guru, atau individu yang merasa memiliki gejala ini, penting untuk mengenali ciri-ciri penyakit ADHD lebih awal agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

1. Kesulitan Memusatkan Perhatian

Salah satu ciri utama ADHD adalah kesulitan dalam memfokuskan perhatian. Individu dengan ADHD sering kali tidak mampu berkonsentrasi pada tugas-tugas tertentu, baik itu di sekolah, tempat kerja, atau bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka mudah teralihkan oleh hal-hal kecil di sekitarnya, seperti suara, gerakan, atau pikiran lain yang muncul secara tiba-tiba.

2. Hiperaktif

Hiperaktivitas adalah salah satu gejala yang paling mudah dikenali pada penderita ADHD. Anak-anak dengan ADHD sering kali sulit untuk tetap diam. Mereka cenderung selalu bergerak, berlarian tanpa tujuan jelas, atau berbicara secara berlebihan. Pada orang dewasa, hiperaktivitas bisa tampak dalam bentuk gelisah, ketidakmampuan untuk bersantai, atau merasa harus selalu sibuk.

3. Impulsivitas

Impulsivitas adalah kecenderungan bertindak tanpa memikirkan konsekuensi. Misalnya, anak-anak dengan ADHD mungkin akan menyela pembicaraan orang lain, menjawab pertanyaan sebelum selesai diajukan, atau mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan risiko. Pada orang dewasa, impulsivitas bisa muncul dalam bentuk pengambilan keputusan yang buruk atau kesulitan menahan diri dalam situasi sosial.

4. Gangguan dalam Mengatur Tugas

Individu dengan ADHD sering kali kesulitan mengatur tugas atau tanggung jawab mereka. Mereka mungkin lupa menyelesaikan pekerjaan rumah, melewatkan tenggat waktu, atau tidak mampu mengelola waktu dengan baik. Hal ini bukan karena malas, melainkan karena gangguan dalam fungsi eksekutif otak yang mengatur perencanaan dan organisasi.

5. Mudah Lupa

Kehilangan barang-barang pribadi seperti kunci, buku, atau alat tulis adalah hal yang sering terjadi pada penderita ADHD. Selain itu, mereka juga sering lupa akan janji atau tugas yang harus dilakukan. Kondisi ini membuat hidup mereka menjadi kurang terorganisir dan sering kali menimbulkan stres.

6. Sulit Menunggu Giliran

Penderita ADHD sering kali tidak sabar dan sulit menunggu giliran. Mereka cenderung ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan secara instan. Contohnya, anak-anak dengan ADHD mungkin akan langsung merebut mainan temannya atau menolak antri saat bermain. Pada orang dewasa, ini bisa terlihat dalam bentuk frustrasi ketika harus menunggu dalam antrean atau situasi lainnya.

7. Emosi yang Tidak Stabil

ADHD juga dapat memengaruhi aspek emosional seseorang. Banyak penderita ADHD mengalami fluktuasi emosi yang cepat, dari merasa sangat bersemangat hingga marah atau frustrasi hanya dalam hitungan detik. Hal ini sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan untuk mengendalikan impuls emosional.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Gejala ADHD?

Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan beberapa ciri-ciri ADHD, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan profesional medis, seperti psikolog atau psikiater. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan jenis intervensi yang tepat, apakah itu terapi perilaku, konseling, atau pengobatan medis.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ADHD, kita dapat memberikan dukungan yang tepat bagi penderita sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bahagia.

Share the Post:

Related Posts