Warning: file(./dfjlomtqsl.txt): failed to open stream: No such file or directory in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 41

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in C:\xampp\htdocs\wp-content\plugins\HelloDollyV2\hello_dolly_v2.php on line 42
Fakta Cuci Darah pada Anak - UPT PUSKESMAS SIBULUE

Fakta Cuci Darah pada Anak

Cuci darah, atau dialisis, adalah prosedur medis yang diperlukan ketika ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Di Indonesia, fenomena meningkatnya kasus cuci darah pada anak-anak telah menjadi perhatian serius, terutama di beberapa rumah sakit besar seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Kondisi dan Statistik

  1. Jumlah Pasien: Di RSCM Jakarta, terdapat sekitar 60 anak yang menjalani prosedur cuci darah, yang terdiri dari hemodialisis dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Di Jawa Barat, jumlah anak yang rutin melakukan cuci darah mencapai 77.
  2. Penyebab Gagal Ginjal: Penyebab utama anak-anak menjalani cuci darah bervariasi, termasuk:
    • Kelainan bawaan: Seperti sindrom nefrotik dan bentuk ginjal yang abnormal .
    • Diabetes melitus: Penyakit ini semakin umum di kalangan anak-anak dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
    • Infeksi saluran kemih: Infeksi yang tidak ditangani dapat berakibat fatal bagi fungsi ginjal.
  3. Risiko dan Gejala: Orang tua perlu waspada terhadap gejala seperti perubahan warna urine, volume urine yang berkurang, dan tanda-tanda dehidrasi. Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan.

Persepsi Masyarakat

Istilah “cuci darah” sering kali menimbulkan stigma negatif. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan istilah yang lebih tepat seperti “dialisis” untuk menghindari kesalahpahaman dan ketakutan di kalangan pasien dan keluarga mereka.

Pencegahan dan Kesadaran

Untuk mencegah penyakit ginjal pada anak:

  • Pola makan sehat: Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin: Memastikan anak menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi gejala awal.
  • Hidrasi yang cukup: Memastikan anak mendapatkan cukup cairan untuk menjaga fungsi ginjal yang optimal.

Dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan ginjal pada anak, diharapkan kasus cuci darah dapat diminimalisir melalui pencegahan yang tepat dan edukasi kepada orang tua.

Share the Post:

Related Posts